Kamis, 09 April 2015

Sosok Dibalik 1905-1962 (53 Tahun Kepergianmu)


Sosok Dibalik 1905-1962 (53 Tahun Kepergianmu)
Oleh: M. Jandi Al-Farisi

“Sosok dibalik 1905-1962”
Langkah dan ayunan tangan mu ketika ingin menegakan syariat memang cukup berat, berbagai hambatan silih berganti, todongan senjata teramat sering kau terima. Namun itulah gerak dan misimu untuk menegakan islam dibumi nusantara indosnesia. Jasadmu terikat, matamu terbalut kain putih dan nyawamu terancam. Itulah sosok mujahid yang pada tanggal 12 september 1962 akan dieksekusi.
Dirimu terlalu berani melawan kaum nasionalis yang yang berparadigma kiri, kau lawan dan kau hadang tak pandang sayang walupun nyawa sebagai tebusanya. Karena itulah, aku mengukuimu sebagai tokoh yang berani dan tangguh. Ketika dalam sejarah dikatakan orang pemberontak tapi bagiku kau pahlawan berwatak. Aku terlalu bangga dengan sosokmu yang berani mendeklarasikan apa yang selama ini kau inginkan ditengah-tengah geliat bangsa yang melarat.
Semoga modal sosial yang telah kau pupuk dari waktu kewaktu menjadi bibit yang akan tetap meyebarkan wangi dan bibit unggul untuk membumikan apa yang namnya syariat islam.
Kerinduan bagi umat yang rindu akan hadirnya sebuah tata negara yang berasas teokrasi dan kepemimpinan yang berdasarkan teokrasi pula itulah yang selama ini dirindukan. Cita-cita setiap umat akan hadirnya momentum ini menjadi sebuah hrapan besar jika pada era post-modern seperti sekarang ini ada sosok yang berani melawan kebatilan dengan islam sebagai landasanya.
Kau bukan sososk putra daerah pasundan tapi tapak dan gerakmu berada di wilayuah pasundan. Dan aku bangga di daerah pasundan ini banyak orang yang seperti kau yang ingin mewujudkan sebuah cita-cita yang mulia. 
Aku mengenang sosok mu hanya lewat cerita rakyat yang kontropersial, lewat video yang penuh dengan kebohongan, dan leat sejarah bangsa yang penuh dengan distorsi. 53 tahun sudah kau berpulang menuju illahi dan 53 tahun pula banyak orang yang berjuang digarda dan barisanmu.
Semoga kepergianmu menjadi awal semangat baru, semoga amal sholehmu menjadi tiket menuju syurganya. Dan semoga jejak kakimu menjadi petunjuk bagi para pengikutmu.


Bandung, 09 April 2015

0 komentar:

Posting Komentar