Sosok
Dibalik 1905-1962 (53 Tahun Kepergianmu)
Oleh:
M. Jandi Al-Farisi
“Sosok dibalik 1905-1962”
Langkah
dan ayunan tangan mu ketika ingin menegakan syariat memang cukup berat,
berbagai hambatan silih berganti, todongan senjata teramat sering kau terima.
Namun itulah gerak dan misimu untuk menegakan islam dibumi nusantara
indosnesia. Jasadmu terikat, matamu terbalut kain putih dan nyawamu terancam.
Itulah sosok mujahid yang pada tanggal 12 september 1962 akan dieksekusi.
Dirimu
terlalu berani melawan kaum nasionalis yang yang berparadigma kiri, kau lawan
dan kau hadang tak pandang sayang walupun nyawa sebagai tebusanya. Karena
itulah, aku mengukuimu sebagai tokoh yang berani dan tangguh. Ketika dalam
sejarah dikatakan orang pemberontak tapi bagiku kau pahlawan berwatak. Aku
terlalu bangga dengan sosokmu yang berani mendeklarasikan apa yang selama ini
kau inginkan ditengah-tengah geliat bangsa yang melarat.
Semoga
modal sosial yang telah kau pupuk dari waktu kewaktu menjadi bibit yang akan
tetap meyebarkan wangi dan bibit unggul untuk membumikan apa yang namnya
syariat islam.
Kerinduan
bagi umat yang rindu akan hadirnya sebuah tata negara yang berasas teokrasi dan
kepemimpinan yang berdasarkan teokrasi pula itulah yang selama ini dirindukan.
Cita-cita setiap umat akan hadirnya momentum ini menjadi sebuah hrapan besar
jika pada era post-modern seperti sekarang ini ada sosok yang berani melawan
kebatilan dengan islam sebagai landasanya.
Kau
bukan sososk putra daerah pasundan tapi tapak dan gerakmu berada di wilayuah
pasundan. Dan aku bangga di daerah pasundan ini banyak orang yang seperti kau
yang ingin mewujudkan sebuah cita-cita yang mulia.
Aku
mengenang sosok mu hanya lewat cerita rakyat yang kontropersial, lewat video
yang penuh dengan kebohongan, dan leat sejarah bangsa yang penuh dengan
distorsi. 53 tahun sudah kau berpulang menuju illahi dan 53 tahun pula banyak
orang yang berjuang digarda dan barisanmu.
Semoga
kepergianmu menjadi awal semangat baru, semoga amal sholehmu menjadi tiket
menuju syurganya. Dan semoga jejak kakimu menjadi petunjuk bagi para
pengikutmu.
Bandung, 09 April 2015






0 komentar:
Posting Komentar