Degradasi
Semangat Juang
By: M. Jandi al-Farisi
Kamis 16, 01 2014.
Benteng pertahanan suatu bangsa dan
benteng pertahan manusia kini tak
lagi kokoh seperti apa yang di harapkan.
Benteng yang
menjulang tinggi keangkasa raya kini perlahan mulai menurun, permukaan pertama yang
terlihat halus dan rata, kini muli retak ditelan zaman dan telah terkontaminasi
oleh budaya sekuler, kualitas penopang pertahanan kini mulai diragukan.
Pemuda saat ini
mulai kehilangan tanggung jawab besarnya, tangan yang seharusnya menggennggam
sebuah perubahan besar, namun kini mulai melonggar dengan alasan berbagai
persepsi. kini yang mereka genggam hanyalah budaya identitas sosial jati diri
individu yang merusak akhlad dan moral manusia.
Semangat juang yang
seharusnya membara didalam dada untuk membakar rasa acuh takacuh, idealisme
yang seharusnya tetap tercancap dalam dada kini telah tersumbat berbagai
kepentingan. hanya semangat nafsu semata untuk menikmati dunia yang fana ini.
Bangkitlah,
bangkitlah, Bangkitlah wahai para pemuda, kibarkanlah bendera kemen angan,
buktikanlah bahwa dengan tanggung jawab, kepedulian, kemauan, dan kerja keras
yang besar kita pasi bisa meraih segalanya, jika kita mau melakukan apa yang
namnya tindakan positif pastui kita bisa. Ini semua sebagai pertanda sebauah
perubahan, cita-cita bersama akan terwujud jika kita mau berkerja kerasa secara
bergandengan tangan. Kita kuatkan barisan, kita dobrak belenggu budaya acuh dan
kita bakar sikap apatis terhadap situasi yang carut marut.
Indonesia tunggulah
barisan pemuda yang akan membuat namamu harum dengan berbagai prestasi. Bukan hanya perihal duniawi namun perihal
ukhrowi sekalipun akan kami perjuangkan. Karena hakikat manusia didunia ini
adalah membumikan apa yang namnya kebaikan. Apapun perjuangan kita melalui:
teori, politik, budaya, pengetahuan, pemikiran, penelitian, pengabdian,
pendidikan dll. Itulah langkah yang harus kita lakukan.
Penulis bukan orang yang sempurna
dalam berbagai hal, terutama mengenai moral, kepedulian, sikap, tindakan,
prilaku, bahkan semangat juang. Akan tetapi penulis mengajak kepada khalayak
umum untuk bertindak bersama-sama. Kita belajar memahami, mempelajari,
menafsirkan dan menyelesaikan apa yang namnya sebuah permaslahan secara
bersama-sama melalui konsep keilmuan, gerakan dan analisis yang tajam yang akan
melahirkan sebuah solusi yang matang.






0 komentar:
Posting Komentar