Jumat, 10 April 2015

Degradasi Semangat Juang


Degradasi Semangat Juang
By: M. Jandi al-Farisi
 Kamis 16, 01 2014.


Benteng pertahanan suatu bangsa dan benteng pertahan manusia kini tak lagi kokoh seperti apa yang di harapkan.
Benteng yang menjulang tinggi keangkasa raya kini perlahan mulai menurun, permukaan pertama yang terlihat halus dan rata, kini muli retak ditelan zaman dan telah terkontaminasi oleh budaya sekuler, kualitas penopang pertahanan kini mulai diragukan.
Pemuda saat ini mulai kehilangan tanggung jawab besarnya, tangan yang seharusnya menggennggam sebuah perubahan besar, namun kini mulai melonggar dengan alasan berbagai persepsi. kini yang mereka genggam hanyalah budaya identitas sosial jati diri individu yang merusak akhlad dan moral manusia.
Semangat juang yang seharusnya membara didalam dada untuk membakar rasa acuh takacuh, idealisme yang seharusnya tetap tercancap dalam dada kini telah tersumbat berbagai kepentingan. hanya semangat nafsu semata untuk menikmati dunia yang fana ini.
Bangkitlah, bangkitlah, Bangkitlah wahai para pemuda, kibarkanlah bendera kemen angan, buktikanlah bahwa dengan tanggung jawab, kepedulian, kemauan, dan kerja keras yang besar kita pasi bisa meraih segalanya, jika kita mau melakukan apa yang namnya tindakan positif pastui kita bisa. Ini semua sebagai pertanda sebauah perubahan, cita-cita bersama akan terwujud jika kita mau berkerja kerasa secara bergandengan tangan. Kita kuatkan barisan, kita dobrak belenggu budaya acuh dan kita bakar sikap apatis terhadap situasi yang carut marut.
Indonesia tunggulah barisan pemuda yang akan membuat namamu harum dengan berbagai prestasi.  Bukan hanya perihal duniawi namun perihal ukhrowi sekalipun akan kami perjuangkan. Karena hakikat manusia didunia ini adalah membumikan apa yang namnya kebaikan. Apapun perjuangan kita melalui: teori, politik, budaya, pengetahuan, pemikiran, penelitian, pengabdian, pendidikan dll. Itulah langkah yang harus kita lakukan.
            Penulis bukan orang yang sempurna dalam berbagai hal, terutama mengenai moral, kepedulian, sikap, tindakan, prilaku, bahkan semangat juang. Akan tetapi penulis mengajak kepada khalayak umum untuk bertindak bersama-sama. Kita belajar memahami, mempelajari, menafsirkan dan menyelesaikan apa yang namnya sebuah permaslahan secara bersama-sama melalui konsep keilmuan, gerakan dan analisis yang tajam yang akan melahirkan sebuah solusi yang matang.

0 komentar:

Posting Komentar